detikcom

Berhenti Berlangganan Paket Internet, Tagihan Masih Datang

Germanus Wirjadinata - suaraPembaca
Rabu, 15/08/2012 15:26 WIB
Jakarta - Saya berlangganan paket internet gaul dengan akses internet unlimited. Di akhir masa berlangganan, saya memutuskan untuk berhenti berlangganan karena kecewa dengan sinyal internet yang seringa menghilang.

Ternyata setelah diputus sebelum masa kontrak berakhir, di tagihan muncul pemakaian GPRS sebesar Rp.122.000. Padahal, sejak saya berhenti berlangganan, nomor tersebut saya pindahkan ke telepon yang tidak bisa internet.

Tanggal 5 Agustus saya menelepon customer service dan dijanjikan dalam waktu 7X24 jam masalah akan diatasi. Dan karena sampai hari ke delapan tidak solusi, saya ke Galeri Indosat Mangga Dua, tetap dengan jawaban yang sama,

Sampai dengan surat keluhan ini saya buat, Indosat belum memberikan tanggapan perihal tagihan diatas.


Germanus Wirjadinata
Jl. Agung Perkasa, Jakarta Utara
connectingdot@yahoo.com
08559921689

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?