detikcom

Berhenti Berlangganan Paket Internet, Tagihan Masih Datang

Germanus Wirjadinata - suaraPembaca
Rabu, 15/08/2012 15:26 WIB
Jakarta - Saya berlangganan paket internet gaul dengan akses internet unlimited. Di akhir masa berlangganan, saya memutuskan untuk berhenti berlangganan karena kecewa dengan sinyal internet yang seringa menghilang.

Ternyata setelah diputus sebelum masa kontrak berakhir, di tagihan muncul pemakaian GPRS sebesar Rp.122.000. Padahal, sejak saya berhenti berlangganan, nomor tersebut saya pindahkan ke telepon yang tidak bisa internet.

Tanggal 5 Agustus saya menelepon customer service dan dijanjikan dalam waktu 7X24 jam masalah akan diatasi. Dan karena sampai hari ke delapan tidak solusi, saya ke Galeri Indosat Mangga Dua, tetap dengan jawaban yang sama,

Sampai dengan surat keluhan ini saya buat, Indosat belum memberikan tanggapan perihal tagihan diatas.


Germanus Wirjadinata
Jl. Agung Perkasa, Jakarta Utara
connectingdot@yahoo.com
08559921689

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?