detikcom

Berhenti Berlangganan Paket Internet, Tagihan Masih Datang

Germanus Wirjadinata - suaraPembaca
Rabu, 15/08/2012 15:26 WIB
Jakarta - Saya berlangganan paket internet gaul dengan akses internet unlimited. Di akhir masa berlangganan, saya memutuskan untuk berhenti berlangganan karena kecewa dengan sinyal internet yang seringa menghilang.

Ternyata setelah diputus sebelum masa kontrak berakhir, di tagihan muncul pemakaian GPRS sebesar Rp.122.000. Padahal, sejak saya berhenti berlangganan, nomor tersebut saya pindahkan ke telepon yang tidak bisa internet.

Tanggal 5 Agustus saya menelepon customer service dan dijanjikan dalam waktu 7X24 jam masalah akan diatasi. Dan karena sampai hari ke delapan tidak solusi, saya ke Galeri Indosat Mangga Dua, tetap dengan jawaban yang sama,

Sampai dengan surat keluhan ini saya buat, Indosat belum memberikan tanggapan perihal tagihan diatas.


Germanus Wirjadinata
Jl. Agung Perkasa, Jakarta Utara
connectingdot@yahoo.com
08559921689

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?