detikcom

Berhenti Berlangganan Paket Internet, Tagihan Masih Datang

Germanus Wirjadinata - suaraPembaca
Rabu, 15/08/2012 15:26 WIB
Jakarta - Saya berlangganan paket internet gaul dengan akses internet unlimited. Di akhir masa berlangganan, saya memutuskan untuk berhenti berlangganan karena kecewa dengan sinyal internet yang seringa menghilang.

Ternyata setelah diputus sebelum masa kontrak berakhir, di tagihan muncul pemakaian GPRS sebesar Rp.122.000. Padahal, sejak saya berhenti berlangganan, nomor tersebut saya pindahkan ke telepon yang tidak bisa internet.

Tanggal 5 Agustus saya menelepon customer service dan dijanjikan dalam waktu 7X24 jam masalah akan diatasi. Dan karena sampai hari ke delapan tidak solusi, saya ke Galeri Indosat Mangga Dua, tetap dengan jawaban yang sama,

Sampai dengan surat keluhan ini saya buat, Indosat belum memberikan tanggapan perihal tagihan diatas.


Germanus Wirjadinata
Jl. Agung Perkasa, Jakarta Utara
connectingdot@yahoo.com
08559921689

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?