detikcom

Menunggu Pengiriman Kartu Adira Club Member

Epri Palupi - suaraPembaca
Rabu, 15/08/2012 23:11 WIB
Tulungagung - (Ibu Epri Palupi telah Menerima Kartu Adira Club Membernya)

Saya adalah nasabah Adira Finance dari bulan April 2012. Seperti iklan yang disampaikan, bahwa setiap nasabah Adira Finance akan menerima kartu ACM (Adira Club Member).

Dimana kartu tersebut yang dapat digunakan ditempat-tempat yang bekerja sama dengan Adira Finance agar mendapatkan potongan harga.

Seharusnya saya menerima kartu ACM tersebut di bulan April, tapi ketika saya ke kantor Adira Finance untuk mengambilnya ternyata kartu ACM saya belum jadi.

Setiap kali menanyakan perihal kartu tersebut, jawaban yang saya terima adalah kartu sudah dikirimkan lewat pos. Akan tetapi sampai dengan saat ini kartu belum saya terima.

Padahal saat ini saya sudah kehilangan manfaat dari kartu ACM tersebut selama 4 bulan menunggu.


Epri Palupi
Jl. IG Ngurah Rai, Tulungagung
epri_palupi@yahoo.com
081259258391


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?