detikcom

Menunggu Pengiriman Kartu Adira Club Member

Epri Palupi - suaraPembaca
Rabu, 15/08/2012 23:11 WIB
Tulungagung - (Ibu Epri Palupi telah Menerima Kartu Adira Club Membernya)

Saya adalah nasabah Adira Finance dari bulan April 2012. Seperti iklan yang disampaikan, bahwa setiap nasabah Adira Finance akan menerima kartu ACM (Adira Club Member).

Dimana kartu tersebut yang dapat digunakan ditempat-tempat yang bekerja sama dengan Adira Finance agar mendapatkan potongan harga.

Seharusnya saya menerima kartu ACM tersebut di bulan April, tapi ketika saya ke kantor Adira Finance untuk mengambilnya ternyata kartu ACM saya belum jadi.

Setiap kali menanyakan perihal kartu tersebut, jawaban yang saya terima adalah kartu sudah dikirimkan lewat pos. Akan tetapi sampai dengan saat ini kartu belum saya terima.

Padahal saat ini saya sudah kehilangan manfaat dari kartu ACM tersebut selama 4 bulan menunggu.


Epri Palupi
Jl. IG Ngurah Rai, Tulungagung
epri_palupi@yahoo.com
081259258391


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?