detikcom

Telkom Flexi, Stop Paket Malah Didaftarkan Ke Paket Lainnya

Indah Dwi Warsi - suaraPembaca
Kamis, 16/08/2012 10:49 WIB
Jakarta - Pada tanggal 1 Agustus 2012, saya telah melakukan STOP yang saya kirimkan ke 2255 untuk berhenti berlangganan paket Flexi Internet bulanan.

Saya sudah menerima SMS balasan dari 2255 yang menginformasikan bahwa saya telah berhenti berlangganan.

Tetapi pada tanggal 2 Agustus 2012, saya kembali menerima sms dari 2255 yang mengatakan bahwa pulsa saya tidak mencukupi untuk perpanjangan paket FMB bulanan, sehingga diperpanjang menjadi promo mingguan dengan tarif Rp 15 ribu per 7x24 jam.

Customer service yang saya hubungi pada tanggal 2 Agustus 2012 mebjanjikan akan melakukan pengecekan dan melakukan konfirmasi mengenai hal ini.

Karena paket mingguan ini berakhir pada tanggal 9 Agustus 2012, maka saya melakukan STOP ke 2255 pada tanggal 8 Agustus 2012 dan sudah mendapatkan konfirmasi melalui SMS.

Namun keesokan harinya, saya menerima sms dari 2255 yang mengatakan bahwa pulsa saya tidak mencukupi untuk perpanjangan paket, sehingga diperpanjang menjadi promo harian.

Saya sudah mencoba melakukan STOP kembali pada tanggal 10 Agustus 2012 dan tanggal-tanggal berikutnya untuk berhenti belangganan paket harian, namun masih saja dilakukan registrasi secara automatis.

Semoga dengan surat pembaca ini Telkom Flexi dapat segera mengklarifikas dan saya berharap pulsa saya yang terbuang dapat dikembalikan?


Indah Dwi Warsi
Pondok Kopi, Jakarta Timur
indah.dws@gmail.com
081585949474

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?