detikcom

Terganggu Oleh SMS AEON yang Salah Alamat

Yen Fie - suaraPembaca
Kamis, 16/08/2012 11:28 WIB
Jakarta - Saya bukan customer AEON, tetapi sangat terganggu dengan sms reminder dari AEON. Pertama kali saya terima sms dari AEON tanggal 22 Juni 2012.

Dalan SMS tersebut AEON menginformasikan bahwa pengajuan cicilan saya disetujui. Sedangkan saya tidak pernah merasa mengajukan cicilan ke AEON.

Customer service officer AEON yang saya hubungi menginformasikan bahwa ternyata ada customer AEON yang terdaftar atas nama Sri Itanti Soekamta yang menggunakan nomor telepon saya.

Saya sudah minta agar AEON mengupdate nomor telepon yang sebenarnya dan menghapus nomor telepon saya dari data customer mereka tersebut.

Tanggal 30 Juli 2012, saya kembali menerima sms reminder dari AEON yang isinya informasi tagihan yang akan jatuh tempo tanggal 2 Agustus 2012 sebesar Rp. 847.000.

AEON kembali menjanjikan akan mengupdate data customer mereka dengan nomor telepon yang benar.

Akan tetapi pada tanggal 13 Agustus 2012, saya kembali menerima sms dari AEON yang berisi informasi bahwa AEON belum menerima pembayaran tagihan dan denda sudah menjadi Rp 30.000.

SMS yang sangat mengganggu tersebut masih terus berlanjut karena AEON tidak kunjung mengupdate nomor handphone yang salah.


Yen Fie
Plasa Sentral, Jakarta Selatan
eviecam@yahoo.com
02192878954

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?