detikcom

Promo Alfamart yang Mengecewakan

Rico - suaraPembaca
Kamis, 16/08/2012 14:04 WIB
Tangerang - (Bapak Rico telah memberitahukan bahwa permasalahan telah dianggap selesai dengan baik)

Tadi malam, saya pergi ke Alfamart di Jl Cirarab Raya, Legok tangerang untuk berbelanja Mie Ayam 2 Telur yang sedang promosi, apabila membeli 2 akan gratis 1.

Saat itu saya membeli 4 buah, namun ketika akan di bayar dikasir, saya dianggap hanya membeli 3 dan yang satu adalah bonus promonya..

Begitu pula dengan promosi agar-agar Swallow Globe, apabila membeli 3 maka akan gratis 1, ternyata bonus tersebut tidak diberikan.

Ketika hal ini saya sampaikan kepada kasir yang bertugas, kasir hanya mengatakan bahwa dengan bonus itu saja saya sudah dapat keuntungan dan beliau langsung meninggalkan saya begitu saja.

Menurut saya ini adalah bentuk pelayanan yang sangat mengecewakan.


Rico
Cluster Mutiara Legok, Tangerang
rico_samanggala@yahoo.co.id
02168833987


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?