detikcom

Promo Alfamart yang Mengecewakan

Rico - suaraPembaca
Kamis, 16/08/2012 14:04 WIB
Tangerang - (Bapak Rico telah memberitahukan bahwa permasalahan telah dianggap selesai dengan baik)

Tadi malam, saya pergi ke Alfamart di Jl Cirarab Raya, Legok tangerang untuk berbelanja Mie Ayam 2 Telur yang sedang promosi, apabila membeli 2 akan gratis 1.

Saat itu saya membeli 4 buah, namun ketika akan di bayar dikasir, saya dianggap hanya membeli 3 dan yang satu adalah bonus promonya..

Begitu pula dengan promosi agar-agar Swallow Globe, apabila membeli 3 maka akan gratis 1, ternyata bonus tersebut tidak diberikan.

Ketika hal ini saya sampaikan kepada kasir yang bertugas, kasir hanya mengatakan bahwa dengan bonus itu saja saya sudah dapat keuntungan dan beliau langsung meninggalkan saya begitu saja.

Menurut saya ini adalah bentuk pelayanan yang sangat mengecewakan.


Rico
Cluster Mutiara Legok, Tangerang
rico_samanggala@yahoo.co.id
02168833987


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?