detikcom

Tanggapan Indovision untuk Ibu Nur Hidayati

Nugroho Agung Prasetyo - suaraPembaca
Jumat, 17/08/2012 08:06 WIB
Jakarta - Menanggapi surat pembaca yang ditulis oleh Ibu Nur Hidayati Oktavia yang tayang di Detik.com, Rabu (15/8), perkenankanlah kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi sehingga Ibu Nur Hidayati Oktavia tidak dapat menikmati tayangan Indovision dengan baik.

Kami telah menghubungi Ibu Nur Hidayati Oktavia Rabu (15/08). Masalah teknis yang terjadi pada Ibu Nur Hidayati Oktavia sudah teratasi dengan baik, sehingga pada saat ini pelanggan sudah dapat menikmati tayangan Indovision yang berkualitas.

Terima kasih atas kritik dan saran Ibu Nur Hidayati Oktavia kepada kami untuk selanjutnya menjadi perhatian kami dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan kami di masa mendatang.


Nugroho Agung Prasetyo
Head of Corporate Communication
PT. MNC Sky Vision

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?