detikcom

Tanggapan Indovision untuk Ibu Nur Hidayati

Nugroho Agung Prasetyo - suaraPembaca
Jumat, 17/08/2012 08:06 WIB
Jakarta - Menanggapi surat pembaca yang ditulis oleh Ibu Nur Hidayati Oktavia yang tayang di Detik.com, Rabu (15/8), perkenankanlah kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi sehingga Ibu Nur Hidayati Oktavia tidak dapat menikmati tayangan Indovision dengan baik.

Kami telah menghubungi Ibu Nur Hidayati Oktavia Rabu (15/08). Masalah teknis yang terjadi pada Ibu Nur Hidayati Oktavia sudah teratasi dengan baik, sehingga pada saat ini pelanggan sudah dapat menikmati tayangan Indovision yang berkualitas.

Terima kasih atas kritik dan saran Ibu Nur Hidayati Oktavia kepada kami untuk selanjutnya menjadi perhatian kami dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan kami di masa mendatang.


Nugroho Agung Prasetyo
Head of Corporate Communication
PT. MNC Sky Vision

(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Senin, 20/05/2013 13:09 WIB
      Kode Moral dan Muktamar Pancasila
      Buku William A Smith menulis sebuah risalah pemikiran Paedagogy of the heart (2001;ix) seorang Freire mengatakan mari kita pertahankan harapan kendati realitas yang kejam mengajak kita untuk tidak berharap.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?