detikcom

Telkomsel tidak Informatif Tentang Layanannya

Muhammad Abrar - suaraPembaca
Jumat, 17/08/2012 09:37 WIB
Jakarta - (Pelanggan dapat menerima penjelasan serta solusi terbaik yang diberikan oleh Telkomsel)

Tanggal 10 Juli 2012 jam 23:18 WIB saya menonaktifkan fasilitas BlackBerry Extreme, namun diberitahukan jika penonaktifan harus dilakukan sebelum jam 11 malam.

Sebelumnya tidak pernah ada pemberitahuan seperti tersebut diatas. Akibatnya saya harus membayar tagihan double di bulan Agustus ini.

Saya sudah mencoba untuk menghubungi call center Telkomsel pada tanggal 11 Juli 2012 pagi, call center mengatakan bahwa dia tidak bisa di sistem karena sedang da masalah.

Jika sistem yang yang bermasalah, mengapa saya harus dikenakan tagihan yang fasilitasnya sudah tidak saya gunakan?


Muhammad Abrar
Jl Kecubung III Jakarta Timur
abrar.abby78@gmail.com
08118203040


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 02/03/2015 10:35 WIB
    Chapel Hill Shooting: Dari Rasisme ke Terorisme
    Kasus penembakan terhadap tiga muslim Amerika di Chapel Hill yang menempati urutan ke 7 trending topic dunia, telah menyisakan asa bagi kaum muslim di seluruh dunia. Peristiwa ini menyusul kejadian penembakan serupa di Paris terhadap wartawan majalah satire Chalrie Hebdo sebagai respon atas penerbitan kartun Nabi Muhammad.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%
Poling Index »

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) melaporkan 'dana siluman' yang muncul dalam APBD DKI sejak tahun 2012 ke KPK. Setujukah Anda dengan tindakan Ahok ini?