detikcom

Telkomsel tidak Informatif Tentang Layanannya

Muhammad Abrar - suaraPembaca
Jumat, 17/08/2012 09:37 WIB
Jakarta - (Pelanggan dapat menerima penjelasan serta solusi terbaik yang diberikan oleh Telkomsel)

Tanggal 10 Juli 2012 jam 23:18 WIB saya menonaktifkan fasilitas BlackBerry Extreme, namun diberitahukan jika penonaktifan harus dilakukan sebelum jam 11 malam.

Sebelumnya tidak pernah ada pemberitahuan seperti tersebut diatas. Akibatnya saya harus membayar tagihan double di bulan Agustus ini.

Saya sudah mencoba untuk menghubungi call center Telkomsel pada tanggal 11 Juli 2012 pagi, call center mengatakan bahwa dia tidak bisa di sistem karena sedang da masalah.

Jika sistem yang yang bermasalah, mengapa saya harus dikenakan tagihan yang fasilitasnya sudah tidak saya gunakan?


Muhammad Abrar
Jl Kecubung III Jakarta Timur
abrar.abby78@gmail.com
08118203040


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?