detikcom

Kampung Sumber Alam Garut tidak Professional

Afrizal Rasyidin - suaraPembaca
Jumat, 17/08/2012 10:02 WIB
Jakarta - Pada tanggal 25 Mei 2012 pagi, saya menghubungi Kampung Sumber Alam yang berlokasi di Garut untuk booking 2 kamar dengan fitur connecting door.

Setelah mengecek ketersediaan kamar plus connecting door, saya memilih 2 kamar Suite Room yang bersebelahan, didepannya ada kolam renang Tasikmadu dan dibelakangnya ada taman bermain Sangkuriang.

Untuk uang muka sudah saya transfer sebesar Rp 1,5 juta ke rekening BCA atas nama Kampung Sumber Alam sebesar 1,500,000. Bukti transfer saya kirim via fax dan juga email.

Setelah hampir 3 bulan, Kampung Sumber Alam menghubungi saya kembali utk menginformasikan harga kamar yang baru, paket Lebaran dan sekaligus menyatakan permohonan maaf karena akibat penggantian sistem maka pesanan saya konflik dengan orang lain.

Saya meminta Kampung Sumber Alam untuk mengembalikan hak saya sebagai konsumen yang sudah melakukan booking dan menyerahkan uang muka secara resmi.


Afrizal Rasyidin
Jl. Cengkir I Pondok Kelapa, DKI Jakarta
Qirrix@yahoo.com
081519030550

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?