detikcom

Kabel Udara Telepon Putus, Telkom tidak Ada Tanggapan

Rully Handoko Wijaya - suaraPembaca
Jumat, 17/08/2012 10:15 WIB
Medan - Sudah 3 kali saya melaporkan ke Telkom dengan nomor 147 perihal telepon rumah saya yang mengalami gangguan dan operator mengatakan akan segera ditindaklanjuti.

Menurut call center, saat itu teknisi sudah memeriksa dan sudah melaporkan gangguan yang bersifat massal. Dan apabila sampai 3x24 jam masih terjadi gangguan maka akan dibebaskan biaya abodemen.

Sampai dengan saat ini, sudah sebulan lebih, saya rasa tidak adil kalau hanya dibebaskan biaya abodemen.

Bagaimana dengan kerugian akibat tidak dapat digunakannya fasilitas oleh pelanggan sehingga sampai sekarang kami harus memakai layanan seluler yang notebene lebih mahal?

Saat pengaduan terakhir melalui 147, sudah saya jelaskan penyebab kerusakan kemungkinan besar adalah kabel udara putus dan nampak dengan jelas oleh siapapun yang lewat di Jalan Belibis Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sunggal.

Mohon agar pihak telkom segera menyelesaikan masalah ini, karena aktifitas kami terganggu karena kejadian ini.


Rully Handoko Wijaya
Perum Villa Belibis, Medan
rullyhandoko@yahoo.com
085276961948

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?