detikcom

Tanggapan BCA untuk Bapak Daut P. Simanjuntak

Aspek Hubungan Masyarakat - suaraPembaca
Kamis, 23/08/2012 10:34 WIB
Jakarta - Menanggapi keluhan Bapak Daut P. Simanjuntak yang disampaikan melalui Surat Pembaca Detik.com pada tanggal 13 Agustus 2012 berjudul "Tentang Transaksi di Internet Banking BCA", pertama-tama perkenankan kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepercayaan yang telah diberikan kepada PT Bank Central Asia, Tbk.

Sehubungan dengan permasalahan tersebut dapat kami informasikan bahwa petugas Halo BCA telah menjelaskan permasalahan tersebut pada tanggal 15 Agustus 2012.

Kami mohon maaf atas kekurangnyamanan yang Bapak alami beberapa waktu yang lalu.

Demikian kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada PT Bank Central Asia Tbk.


PT Bank Central Asia Tbk
Aspek Hubungan Masyarakat

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?