detikcom

ESL Express, Dimana Paket Saya?

Stefanus Nino Wahyu - suaraPembaca
Kamis, 23/08/2012 13:16 WIB
Jakarta - Pada tanggal 11 Agustus 2012 saya mengirimkan paket yang berupa makanan menggunakan layanan Sky Express dari ESL Express dengan nomor pengiriman IE1110898-12 dari Jakarta tujuan Palu Sulawesi Tengah.

Namun hingga saya menuliskan surat ini, paket tersebut belum tiba ditujuan. Saya sudah mengirimkan email ke customer service ESL Express Pusat pada tanggal 18 Agustus 2012 dan dijawab bahwa paket saya sudah diterbangkan ke Palu sejak 12 Agustus 2012.

Dikarenakan kantor perwakilan Palu sudah tutup libur sejak beberapa hari yang lalu, maka paket baru bisa di-follow up mulai 27 Agustus 2012.

Hari itu juga saya ke kantor perwakilan ESL Express di kota Palu dan ternyata kantor tersebut belum belum tutup. Dikatakan bahwa kantor perwakilan Palu belum menerima paket dengan nomor pengiriman tersebut di atas.

Saya berharap kepada ESL Express untuk bertanggungjawab atas keterlambatan atau kehilangan paket tersebut.


Stefanus Nino Wahyu
Jl. Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan
elnino96@gmail.com
08111893335

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 31/03/2015 07:06 WIB
    Warisan yang Harus Diganti
    Kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta sudah merupakan suguhan yang biasa buat orang-orang yang tinggal atau bekerja di kota tersebut maupun di daerah sekitarnya (Bodetabek).
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Setujukah Anda dengan pemblokiran situs-situs online yang dinilai BNPT radikal?