detikcom

Tanggapan CIMB Niaga untuk Bapak Firdaus Cahyadi

Gatot Subagio - suaraPembaca
Kamis, 23/08/2012 15:10 WIB
Jakarta - Sehubungan dengan surat Bapak Firdaus Cahyadi yang berjudul, "Proses Pemindahan KPR dari Bank CIMB Niaga Mengecewakan" (Detik.com 25 Juli 2012) dengan ini kami sampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Bapak Firdaus Cahyadi atas layanan Bank CIMB Niaga.

Sebagai tindak lanjut dari keluhan tersebut, kami telah menghubungi Bapak Firdaus Cahyadi guna menjelaskan permasalahan yang terjadi dan permasalahan telah diselesaikan.

Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan, karena kepuasan nasabah merupakan fokus dari seluruh usaha kami dalam upaya menjaga dan terus meningkatkan kualitas layanan Bank CIMB Niaga.

Demikian kami sampaikan. Atas kerjasama dan dimuatnya tanggapan ini, kami ucapkan terima kasih.


Gatot Subagio
Corporate Communication Head
PT Bank CIMB Niaga Tbk

(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Senin, 20/05/2013 13:09 WIB
      Kode Moral dan Muktamar Pancasila
      Buku William A Smith menulis sebuah risalah pemikiran Paedagogy of the heart (2001;ix) seorang Freire mengatakan mari kita pertahankan harapan kendati realitas yang kejam mengajak kita untuk tidak berharap.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?