detikcom

Electronic Solution Depok Mengecewakan

Is Aprianto - suaraPembaca
Senin, 07/01/2013 14:10 WIB
Jakarta - Saya adalah pelanggan setia Electronic Solution karena harganya yang relatif lebih murah dengan berbagai macam promonya. Pada tanggal 25 Desember 2012, saya membeli TV LG 3D 42' di Electronic Solution Depok.

Marketing menjanjikan bahwa saya akan mendapatkan 9 buah kacamata 3D, sampai saya baru mendapatkan 2 buah kacamata. Untuk sisanya Electronic Solution menjanjikan akan tersedia dalam waktu satu minggu.

Namun hingga saat ini 7 kacamata tersebut belum tersedia dengan berbagai alasan, salah satunya dikatakan karena memang di LG belum tersedia. Sampai kapan saya akan menerima sisa kacamata yang dijanjikan?


Is Aprianto
Jl Kapten P Tendean, Jakarta Selatan
aprianto_bp@yahoo.co.id
08158773287

(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Jumat, 17/05/2013 08:56 WIB
      KBT, Benahilah Sebelum Terlambat
      "Carilah ilmu sampai ke negeri China" demikian pesan Nabi. Hemat saya, Hadis Nabi itu sarat makna filosofis yang amat mendalam. Sedemikian pentingnya belajar ilmu tentang kebaikan sehingga jarak dan waktu tidak menjadi soal.
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?