detikcom

Mushola Stasiun Manggarai, Kecil dan Kotor

Gatot Sulandoko - suaraPembaca
Selasa, 15/01/2013 21:36 WIB
Depok - Sebagai pengguna tetap KRL commuter line saya sering prihatin dengan kondisi mushola di beberapa stasiun, salah satunya stasiun Manggarai.

Sebagai stasiun besar, seharusnya stasiun Manggarai mempunyai mushola yang cukup besar dan bersih. Pada jam sibuk terutama saat Maghrib para penumpang kesulitan melaksanakan sholat Maghrib.

Sebenarnya ada mushola tapi kondisinya sangat tidak representative disamping kecil juga kurang terawat alias kotor demikian pula dengan tempat wudhunya. Laki-laki dan perempuan bercampur baur jadi satu pada saat wudhu.

Hal ini seharusnya mulai dipikirkan manajemen PT KAI khususnya anak perusahaannya PT KCJ. Sudah saatnya dilakukan revitalisasi dengan menyediakan tempat sholat dan wudhu yang cukup luas dan bersih.

Karena saat ini sedang dilakukan pembangunan di beberapa stasiun, alangkah baiknya juga dilakukan peremajaan mushola di beberapa stasiun khususnya stasiun Manggarai agar tidak terkesan kumuh dan kotor.

Ada baiknya pihak manajemen 'blusu'kan ke beberapa stasiun untuk mengetahui apa saja layanan umum yang perlu diperbaiki.

Semoga sedikit kritik kini dapat memacu manajemen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya mengejar keuntungan semata.


Gatot Sulandoko
Griya Pancoranmas, Depok
getsland@gmail.com
08561019618

(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Rabu, 19/06/2013 13:13 WIB
      Wajah Penegakan Hukum dan HAM Di Papua
      "Kebenaran bukan untuk semua orang, tapi hanya untuk mereka yang mencarinya." Ayn Rand (1905-1982), penulis kelahiran Rusia, Martin Luther King, Jr.
    ProKontra Index »

    Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

    Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
    Pro
    33%
    Kontra
    67%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?