detikcom

Tanggapan TAM untuk Bapak Ade Satria Perdana

Mark Susanto - suaraPembaca
Kamis, 17/01/2013 10:57 WIB
Jakarta - Menanggapi keluhan tentang BlackBerry seri 9790 milik Bapak Ade Satria Perdana, kami atas nama BB TAM Service, memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami karena adanya keterlambatan pasokan replacement unit dari RIM.

Dalam hal ini BlackBerry TAM sebagai tanggung jawab kami terhadap konsumen, hari Rabu, 16 Januari 2013 telah menyelesaikan masalah ini dengan memberikan update kepada Bapak Ade Satria Perdana bahwa unit yang dimaksud telah dapat kami selesaikan dengan baik.

Bila ada keluhan terhadap kualitas layanan kami dapat disampaikan melalui telephone 021- 6513807)/ email cs@teletama.com Terima kasih atas masukan yang diberikan demi peningkatan layanan kami.


Mark Susanto
TAM Blackberry Expert Center

(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Jumat, 17/05/2013 08:56 WIB
      KBT, Benahilah Sebelum Terlambat
      "Carilah ilmu sampai ke negeri China" demikian pesan Nabi. Hemat saya, Hadis Nabi itu sarat makna filosofis yang amat mendalam. Sedemikian pentingnya belajar ilmu tentang kebaikan sehingga jarak dan waktu tidak menjadi soal.
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?