detikcom

Raja Karcis Ingkar Janji, Refund Tiket G N' R Melayang

Andre Sanyoto - suaraPembaca
Kamis, 17/01/2013 13:16 WIB
Jakarta - November 2012 saya melakukan transaksi pembelian tiket untuk konser Guns N Roses (GNR), yang akan tampil pada tanggal 15 Desember 2012. Namun karena jadwal dan tempat dirubah maka saya tidak dapat menyaksikannya.

RajaKarcis menjanjikan tiket bisa di refund tanpa ada pengumuman tanggal penukaran tiket. Dan karena keluar kota untuk perkerjaan saya baru menyempatkan diri ke Raja Karcis di Bengkel BEJ (22/12/13) yang ternyata saat itu Raja Karcis sudah libur.

Tanggal 2 Januari 2013 saya menghubungi Raja Karcis dan dikatakan bahwa batas maksimal refund adalah 3 hari setelah konser, dan telah di komunikasikan di Radio Indika, dan 3 tiket saya, yang bernilai Rp 3 juta tidak bisa ditukarkan.

Dalam hal ini saya merasa dirugikan karena tidak ada informasi dan update yang menyangkut batas pengembalian uang tiket. Inisiatif untuk menghubungi Raja Karcis juga tidak banyak membantu karena telepon tidak diangkat.


Andre Sanyoto
Pancoran Perdatam, Jakarta Selatan
asanyoto@hotmail.com
08129117814

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?