detikcom

JNE, Paket Saya Diterima Siapa?

Puja Hatigoran - suaraPembaca
Kamis, 17/01/2013 15:09 WIB
Jakarta - Saya melakukan pembelian barang secara online yang dikirimkan mengunakan jasa ekspedisi JNE. Menurut informasi di website JNE, barang dikirimkan pada tanggal 5 Januari 2013.

Akan tetapi hingga saat ini paket belum saya terima. Saya sudah coba menghubungi call centre JNE pada tanggal 12 januari 2013, untuk meminta tanda bukti pengiriman.

Dengan bukti tersebut bisa diketahui siapa yang telah menerima barang pesanan saya. Dijanjikan akan dihubungi kembali apabila tanda terima sudah siap untuk dikirimkan.

Namun sampai hari ini saya belum mendapatkan konfirmasi apapun dari pihak JNE mengenai tanda terima tersebut. Mohon pihak JNE segera mengkonfirmasikan hal ini, agar semuanya menjadi jelas.


Puja Hatigoran
Jl Angin Sejuk, Jakarta Utara
pujahatigoran@gmail.com
085691846959

(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Senin, 20/05/2013 13:09 WIB
      Kode Moral dan Muktamar Pancasila
      Buku William A Smith menulis sebuah risalah pemikiran Paedagogy of the heart (2001;ix) seorang Freire mengatakan mari kita pertahankan harapan kendati realitas yang kejam mengajak kita untuk tidak berharap.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    62%
    Kontra
    38%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?