detikcom

Strategi Nakal Sales KTA Bank DBS

Maman Permana - suaraPembaca
Rabu, 06/03/2013 10:02 WIB
Jakarta - Saya mendapatkan tawaran KTA DBS pada tanggal 26 Februari 2013 melalui SMS. Kemudian saya menghubungi nomor yang tercantum untuk menanyakan syarat dan ketentuan untuk mengajukan permohonan.

Dua hari kemudian saya menyiapkan dokumen yang diperlukan dan dokumen tersebut di ambil oleh pihak kurir DBS. Sore harinya, seorang sales menghubungi saya untuk melengkapi data pada aplikasi.

Nilai yang saya ajukan adalah Rp.15.000.000 dengan tenor 6 bulan. Berhubung sistem KTA DBS tidak memiliki tenor 6 Bulan, sales mengklarifikasi dan menyebutkan jumlah tenor yang berlaku. Saat itu saya memilih 12 bulan.

Tanggal 5 Maret 2013 setelah saya mengirimkan sms, sales tersebut menghubungi saya dan menginformasikan bahwa KTA yang saya ajukan disetujui dengan jumlah pinjaman Rp 20.000.000 dengan tenor 24 bulan. Disaat itu pula saya mendapatkan notifikasi dari Bank bahwa saldo tabungan bertambah.

Saya kaget, karena pagu dan tenor yang saya ajukan tidak sebesar dan selama itu. Merasa adanya ketidakcocokan saya hubungi kembali Sales tersebut tetapi panggilan dari saya tidak diangkat.

Dihari yang sama, saya menghubungi customer service Bank DBS, diberitahukan bahwa memang benar, pagu pinjaman yang diajukan adalah Rp 20.000.000 dengan tenor 24 bulan.

Dana dan tenor yang sudah disetujui tidak bisa diubah dan jika dibatalkan akan mendapatkan denda pembatalan sebesar 5%.

Customer service memberitahukan bahwa jika memang akan dibatalkan, perihal denda pembatalan nantinya akan dibicarakan dan disepakati antara Sales dan nasabah. Dan pihak Sales akan segera menghubungi saya.

Customer Service memberitahukan bahwa jika dalam tempo 3 hari pihak Sales tidak menghubungi, saya diminta untuk menghubungi kembali Customer Service.

Kepada pihak Bank DBS saya harapkan tindakan profesional dan tindakan tegas terhadap oknum sales. Jangan sampai Anda merusak citra Anda sebagai Bank teraman di Asia.


Maman Permana Sidik
Jl. Pramukasari, Jakarta Pusat
permana.sidik@ymail.com
08562242117

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 20/04/2015 14:16 WIB
    Eksisnya Bisnis Prostitusi Online, Salah Siapa?
    Fakta maraknya bisnis prostitusi online akhirnya terkuak akibat adanya kasus kematian pekerja seks komersial (PSK) Tata Chubby atau Deudeuh Alfi Sahrin pada 10 April lalu.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
Poling Index »

John F Kennedy menyatakan "My loyality to my party ends where my loyality to the country begins" VS Megawati yang mengatakan "Presiden dan wapres memang sudah sewajarnya menjalankan garis kebijakan politik partai". Pilih mana?