detikcom

Penipuan Online oleh Zalora Elektronik

Evi Marlita - suaraPembaca
Jumat, 05/04/2013 11:09 WIB
Jakarta - Selasa, 2 April 2013 saya melakukan pembelian kamera Canon EOS 1D-X di zaloraelektronik.com (Zalora Elektronik Media Online Shop Indonesia) dengan alamat Komplek Delta Villa, Batam, telepone, 082377124888.

Saya menghubungi Zalora Elektronik dan diminta untuk transfer sebesar Rp 1.973.000. Setelah transfer, saya menghubungi Zalora Elektronik dan dijanjikan kamera akan dikirim besok harinya.

Esok paginya saya dihubungi lagi oleh Zalora Elektronik dan diminta untuk melakukan transfer lagi sebesar Rp 3.700.000 sebagai jaminan untuk mendapatkan nomor anggota, dengan janji uang tersebut akan segera dikembalikan.

Saat itu saya mulai curiga bahwa ada yang tidak beres, dan saya bilang bahwa saya tidak punya dana saat itu. Namun Zalora Elektronik memaksa saya untuk segera transfer.

Saya kecewa karena saya merasa tertipu dengan bisnis online tersebut. Saya tidak habis mengerti, kenapa bisnis online penipu seperti itu, bisa memiliki website di internet.

Bagaimana saya akan mendapatkan uang saya yang sudah terlanjur saya transfer tersebut. Mohon bantuannya apabila ada yang bisa membantu saya dalam hal ini. Terima kasih,


Evi Marlita
Pinang Ranti, Jakarta Timur
cemu2504@icbp.indofood.co.id
021-57958822

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?