detikcom

Tanggapan Smartfren untuk Bapak Iwan Prabandaru

Ciba Gangga - suaraPembaca
Senin, 22/04/2013 16:44 WIB
Jakarta - Menanggapi keluhan pelanggan yang tayang di Detik.com tanggal 9 April 2013, kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Iwan Prabandaru atas ketidaknyamanan yang dialami.

Customer Care Smartfren telah menghubungi Bapak Iwan Prabandaru dan memberikan penjelasan secara langsung mengenai permasalahan bahwa terdapat pemakaian data di luar paket berlangganan pelanggan.

Customer Care Smartfren juga telah menginformasikan kepada pelanggan terkait gangguan jaringan yang terjadi pada 23-25 Maret lalu, Smartfren memberikan Program Apresiasi Khusus berupa Bonus Ekstra 50% Benefit Data untuk seluruh pembelian atau perpanjangan layanan data selama periode 1 s/d 30 April 2013.

Kami sangat menghargai masukan dari Bapak Iwan Prabandaru dan terima kasih atas perhatiannya kepada Smartfren. Hal ini akan kami jadikan sebagai bahan evaluasi agar kami dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh pelanggan Smartfren.

Demikian penjelasan kami. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi website kami di www.smartfren.com atau bisa menghubungi Call Center kami di 888 dari nomor Smartfren atau 088 11 22 33 44 atau 021-50100000 dari nomor PSTN/ Seluler lain.


Ciba Gangga
Head of Public Relations
Smartfren

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?