detikcom

Adakah SOP Penanganan Kecelakaan oleh Cititrans?

Bhima Irsi - suaraPembaca
Kamis, 02/05/2013 12:39 WIB
Bekasi - Pada hari Sabtu (20/4) saya menggunakan Cititrans nomor CT-103 jurusan Semanggi - Dipati Ukur. Kendaraan yang saya gunakan ini berjenis Elf dengan kapasitas 11 penumpang termasuk sopir.

Sempat terlintas rasa khawatir ketika saya mengetahui bahwa kendaraan dan pengemudinya baru saja sampai dari Bandung dan hanya sempat beristirahat sekitar 15 menit. Kondisi lalu lintas saat itu padat dan karena mengantuk saya tertidur.

Tiba-tiba saya terbangun karena merasakan kendaraan direm mendadak dan terdengar jeritan penumpang lain. Terdengar suara keras seperti kendaraan menabrak sesuatu lalu oleng sehingga mengakibatkan kendaraan miring lalu jatuh dengan bagian kirinya menempel dan terseret di aspal.

Saya duduk di deretan kiri, kaca di samping saya pecah dan pecahannya ada yang menusuk saya di bagian siku dan bahu kiri.

Setelah itu saya mencoba berdiri sambil memeriksa keadaan penumpang lainnya, kemudian saya berusaha mencapai pintu belakang untuk membukanya, namun ternyata pintu itu hanya bisa dibuka dari luar.

Hal ini mungkin tidak terpikirkan sebelumnya oleh pengelola Cititrans, bahwa dalam keadaan darurat harus tersedia pintu untuk akses keluar yang dapat dibuka dari dalam.

Beruntung tidak lama ada yang membantu membukakan pintu dan mengevakuasi semua penumpang termasuk sopir untuk keluar. Setelah itu kami semua mencari tempat yang aman di sisi jalan tol sambil menunggu bantuan datang.

Tidak lama kemudian datang mobil patroli disusul ambulans Jasa Marga dan kami dievakuasi ke rest-area terdekat. Disana kami menunggu unit Cititrans untuk meneruskan perjalanan ke pool Cititrans di jalan Dipati Ukur Bandung.

Trnyata pihak Cititrans tidak mempersiapkan penanganan buat kami. Di sana kami hanya diterima oleh petugas security yang hanya dapat menyarankan kami untuk segera ke rumah sakit. Tidak ada petugas yang bertugas untuk menangani dan mengantar penumpang korban kecelakaan ke rumah sakit.

Belum hilang shock yang timbul dari kecelakaan ditambah dengan sikap dari Cititrans menelantarkan penumpangnya yang menjadi korban dari kecelakaan ini menimbulkan rasa kesal kami. Hal ini menunjukkan bahwa Cititrans tidak siap dalam penanganan kejadian kecelakaan.

Oleh karena itu saya melalui surat ini meminta pihak Cititrans menjelaskan apakah memiliki panduan atau SOP penanganan kecelakaan. Penting hal ini untuk diketahui oleh para pelanggan yang biasa menggunakan jasa travel Cititrans dan juga untuk menjaga mutu pelayanan Cititrans sendiri. Terima kasih.


Bhima Irsi
Jl. Ratna, Bekasi
cie91@yahoo.com
08161922567

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?