detikcom

Manajemen Apartemen The Wave Mengecewakan

Isna - suaraPembaca
Jumat, 24/01/2014 14:22 WIB
Jakarta - Saya melakukan pembelian unit Apartemen The Wave (Bakrie Group) di bulan Juni 2013 dengan janji bisa checklist pada bulan Oktober-November 2013, setelah itu langsung serah terima.

Dijanjikan pula bahwa setelah serah terima bisa langsung ditempati dengan mengajukan ijin renovasi. Sebagai informasi, apartemen saya beli secara tunai dengan diangsur sebanyak empat kali.

Pada bulan 28 Oktober 2013, kami sudah dipanggil untuk checklist.Pada saat checklist pertama tersebut ada beberapa bagian apartemen yang kami minta diperbaiki dan dijanjikan akan selesai dalam 14 hari kerja.

Hingga akhir November 2013, tidak juga kunjung dipanggil untuk checklist kedua. Bahkan kami dipermasalahkan bahwa checklist hanya bisa apabila sudah lunas sedangkan cicilan saya baru lunas di akhir Desember 2013.

Saya sangat kecewa karena itu tidak sesuai perjanjian awal. Kenapa sekarang tiba-tiba berubah peraturannya? Oleh karena itu, cicilan yang seharusnya selesai di akhir Desember 2013, saya percepat untuk selesai di pertengahan Desember 2013.

Akhirnya saya dipanggil checklist kedua, tetapi ketika hendak serah terima, dipermasalahkan lagi. Dikatakan bahwa pembyaran saya kurang Rp 300 juta yang ternyata ada kesalahan input data di bagian sales.

Dan yang terakhir, janji bahwa setelah serah terima maka unit bisa langsung ditempati ternyata tak terbukti. Sapai saat ini diinformasikan bahwa apartemen belum layak huni.


Isna
The Wave Apartemen, Jakarta Selatan
isna.p.junus@gmail.com
08151802326

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 05/03/2015 10:28 WIB
    Demam Akik dan Semangat Kemerdekaan
    Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan ditemukannya (bahan) batu permata jenis giok di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Tidak tanggung-tanggung berat giok yang ditemukan Usman (45th), seorang petani yang beralih profesi menjadi pencari batu permata ini diperkirakan seberat 20 ton.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
Poling Index »

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) melaporkan 'dana siluman' yang muncul dalam APBD DKI sejak tahun 2012 ke KPK. Setujukah Anda dengan tindakan Ahok ini?